Monday, October 12, 2009

CHRIST AND CULTURE, 5 kemungkinan pendekatan gereja

WORLDVIEW Gereja Terhadap Budaya Dunia

Menurut H. Richard Niebuhr dalam CHRIST AND CULTURE, ada 5 kemungkinan pendekatan gereja, yaitu :

 

1. Christ against culture

Kristus menghancurkan seluruh kebudayaan yang ada di dunia karena semua kebudayaan dipandang salah dan jahat. Hal ini tidaklah tepat sebab dalam banyak aspek, Kristus tetap berada dalam budaya, Kristus tetap menjalankan budaya Yahudi. Kritus melawan budaya ini seolah-olah menjadikan Kristus tinggi dan Kekristenan agung. Pandangan-pandangan radikal seperti ini akhirnya membuat Kekristenan tidak bisa lagi hidup di tengah dunia.

 

Contoh :

Sebagian orang percaya akan angka – angka yang berarti buruk. Seperti contohnya angka 4 (shi), yang dalam bahasa Cina berarti mati. Begitu pula dengan angka 13, yang sebagian orang pada umumnya angka sial. Tapi dalam teori ini, orang kristen tidak mempercayai angka – angka tersebut.

2. Christ of Culture

Budaya harus diisi dengan hal-hal yang berbau Kekristenan dengan demikian kebudayaan itu menjadi milik Kristus sekarang. Konsep inilah yang hari ini banyak dipakai. Orang menganggap cara ini merupakan suatu kerjasama dimana kita tidak menghancurkan budaya tetapi kita menggunakan semua budaya yang ada dengan demikian budaya yang tadinya budaya setan kini menjadi budaya Kristus. Adalah kesalahan fatal, banyak orang yang menganggap budaya itu sifatnya netral maka tergantung dari siapa yang memakainya.

 

Contoh :

Jaman sekarang, banyak gereja yang tidak hanya memakai bahasa Indonesia. Tetapi juga memakai bahasa Mandarin, mengikuti budaya dan bahasa orang Cina. Supaya orang – orang Cina atau Tiong Hoa bisa ikut beribadah dengan bahasa yang dimengerti.

 

3. Christ above Culture

Konsep ini hendak melengkapi konsep kedua namun justru menjadikan budaya itu aneh; Kristus seolah-olah hanya hidup dalam sa Kultur Eropa itu dianggap sebagai kultur Kristen. Dampak itu tidak hanya pada cara hidup saja tetapi juga jiwa kolonialisme itu mempengaruhi pemikiran orang-orang di Asia. Ketika orang-orang Eropa datang ke Asia. Dalam bagian ini, Kristus membangun suatu kultur yang sifatnya kaku dan spesifik yang dan semua kultur yang ada harus mengikut pada satu kultur ini. tu kultur tertentu yang mengatasi semua kultur.

 

Contoh :

Pada orang Tiong Hoa yang beragama Kristen, saat menikah tetap melaksanakan pemberkatan di gereja. Setelah itu diikuti dengan tradisi Cina untuk menghormati orang yang lebih tua yang dinamakan Tea Pai. Kita memberikan teh kepada orang yang lebih tua dan kita diberikan imbalan (Angpao) atau perhiasan sebagai kenang – kenangan.

 

 

4. Christ and Culture in Paradox

Budaya hidup berada dalam dua dunia – Kristus punya kultur tersendiri dan dunia juga punya kultur tersendiri, kedua kultur ini berjalan secara bersamaan dimana keduanya tidak saling menganggu dan tidak saling meniadakan. Pandangan inilah yang diajarkan oleh kaum posmodern. Konsep ini menjadikan orang Kristen hidup dalam dua dunia. Ketika orang berada di dalam gereja maka ia harus langsung menyesuaikan diri dengan kultur yang dianggap sebagai kultur Kristen, orang harus berlaku sopan, jujur namun ketika berada di luar lingkungan gereja maka orang boleh liar dan berbuat sesuka hati layaknya dunia.

 

Contoh :

Saat kita berada di gereja, B lebih memilih memakai sepatu agar lebih sopan dalam berpenampilan. Tetapi saat pergi ke mall, B bisa memakai sendal agar terlihat lebih santai.

 

5. Christ Transform Culture

Dari kelima konsep yang diungkapkan oleh Niebuhr maka konsep kelima ini yang paling banyak diingat oleh orang. Kristus mentransform kultur artinya bahwa kultur itu tidak salah cuma kultur itu perlu ditransformasi. Pertanyaannya benarkah kultur bisa dirubah? Atau lebih tepatnya, Christ redeem the culture – Kristus menebus budaya berarti ada nilai yang harus dibayar. Ada beberapa prinsip penting yang harus diperhatikan ketika mentransform, yakni: kita harus tahu mana yang harus dan mana yang tidak, mana yang mutlak dan mana yang relatif.

 

Contoh :

Bagi orang Kristen, sudah tidak diizinkan lagi untuk menyembah patung – patung atau arwah – arwah. Karena orang Kristen hanya mempunyai satu Tuhan yang patut disembah yaitu Tuhan Yesus.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment